ChatGPT Jadi Juru Selamat, Pria Batal Didenda Jutaan Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia – Banyak pengguna yang memanfaatkan ChatGPT untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Salah satunya, menghindari tilang yang mencapai jutaan rupiah.
Kisah ini berawal saat seorang pengemudi mendapatkan denda di bandara Gatwick Inggris bulan November lalu. Ia ditilang lantaran salah parkir.

Keputusan terakhir menyebut ia harus membayar 100 poundsterling (Rp 1,8 juta).

Namun, dia mengaku tak pernah mendapatkan informasi apa-apa sebelumnya. Di sinilah ChatGPT mulai berperan. Pria bernama Shaun Bosley itu menggunakan chatbot dari OpenAI untuk menuliskan email banding dari masalahnya tersebut.

“Pada akhirnya saya hanya mengetikkan, ‘tulis permohonan pemberitahuan biaya pinalti karena mengemudi lewat bandara Gatwick. Saya menerima pemberitahuan terakhir, namun tak pernah mendapatkan pemberitahuan pertama soal hukuman itu’,” kata Bosley dikutip dari Wales Online, Jumat (24/2/2023).

Tak lama setelah mengetikkan permintaannya itu, Bosley mendapatkan balasan dari ChatGPT. Platform itu membantunya membuat banding dengan merujuk pada ‘stres dan kesulitan tidak semestinya’ karena pemberitahuan terakhir.

Chatbot itu juga menuliskan permintaan pada NCP memberikan informasi kenapa Bosley gagal mendapatkan pemberitahuan pertama.

Hari berikutnya, Bosley mengaku mendapatkan balasan dari NCP dan dia mendapatkan pengurangan denda hingga 15 poundsterling (Rp 274 ribu).

Isi Banding Buatan ChatGPT
Berikut ini isi banding yang dituliskan ChatGPT dan telah diterjemahkan:

“Kepada Bapak atau Ibu yang terhormat,

Saya menulis mengenai Pemberitahuan Biaya Penalti (Penalty Charge Notice atau PCN) yang saya terima akibat mengemudi di Bandara Gatwick. Saya telah menerima pemberitahuan terakhir namun belum menerima pemberitahuan pertama mengenai denda.

Saya terkejut menerima pemberitahuan terakhir dan mengajukan banding atas hukuman, karena saya tidak pernah mengetahui pelanggaran hingga pemberitahuan terakhir.

Saya mengerti tanggung jawab saya sebagai pengemudi mengetahui aturan dan peraturan soal mengemudi di bandara. Namun saya tidak pernah menerima pemberitahuan pertama soal hukuman tersebut, dan karena itu tidak punya kesempatan menentang tuntutan atau membayar denda tepat waktu.

Penerimaan pemberitahuan terakhir yang tiba-tiba, tanpa menerima pemberitahuan pertama, menyebabkan saya stress dan kesulitan yang tidak seharusnya. Saya percaya proses penagihan terlalu cepat dan meminta Anda untuk mempertimbangkan kembali hukuman yang dijatuhkan.

Saya akan berterima kasih jika Anda bisa menjangkau kasus ini dan mempertimbangkan permintaan saya untuk pengabaian hukuman. Saya juga menghargai jika dapat memberi saya informasi soal kegagalan saya mendapatkan pemberitahuan pertama.

Terima kasih telah meluangkan waktu mempertimbangkan banding saya. Saya berharap mendengar dari Anda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*