Ciptakan Bom Nuklir, Oppenheimer Menjadi “Malaikat Kematian”

Fisikawan nuklir AS Julius Robert Oppenheimer (1904 - 1967), direktur laboratorium atom Los Alamos, bersaksi di depan Komite Senat Khusus untuk Energi Atom. (ullstein bild/ullstein bild via Getty Images)

Now I am become Death, the destroyer of worlds,” kalimat tersebut diucapkan oleh Julius Robert Oppenheimer dengan raut wajah sedih.

Oppenheimer mengucapkan kalimat yang dikutip dari kitab suci Hindu Bhagavad-Gita dalam film dokumenter The Decision to Drop the Bomb yang tayang pada 1965, 20 tahun setelah ratusan ribu orang tewas di kota Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom.

Profesor fisika asal Amerika Serikat (AS) ini dinobatkan sebagai “bapak bom atom” dan dianggap sebagai penemu bom nuklir yang membuat dunia ketar-ketir sampai saat ini.

Perang Rusia – Ukraina beberapa kali diisukan bisa mengarah ke perang nuklir, kehancuran besar-besaran pun ada dibenak setiap orang. Rusia memilki bom atom bernama Tsar Bomba (Raja Bom) yang memiliki kekuatan 100 megaton.

Dibuat oleh fisikawan Uni Soviet pada 1961 saat terjadi perang dingin dengan Amerika Serikat, saat pengujian kekuatan Tsar Bomba diturunkan menjadi 50 megaton. Meski demikian, daya ledak Tsar Bomba tersebut diklaim 3.800 kali lipat lebih besar dari bom “Little Boy” yang meluluhlantakkan kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Bisa dibayangkan bagaimana kehancuran yang ditimbulkan jika perang nuklir sampai terjadi, maka tak heran jika Oppenhemier dikatakan menyesal telah menemukan bom atom.

Perang Dunia II yang berkecamuk sejak 1939 menjadi cikal bakal bom atom diciptakan. Melansir History, pada 28 Desember 1942 Presiden AS Franklin D.Roosevelt mengesahkan Proyek Manhattan, mengumpulkan para ilmuwan dan pejabat militer yang sedang melakukan penelitian nuklir.

Proyek tersebut merupakan respon pemerintah AS sebab khawatir akan peneilitian nuklir yang dilakukan para ilmuwan Jerman sejak 1930an. Faktanya ilmuwan Jerman Otto Hahn, Lise Meitner dan Fritz Strassman yang pertama kali menemukan fisi nuklir pada 1938, setahun sebelum perang dimulai. Dari situ, pembuatan bom atom pun seakan menjadi perlombaan.

Proyek Manhattan dilakukan di Los Alamos, New Mexico, dan di bawah arahan Oppenheimer. Pada 16 Juli 1945, di lokasi terpencil dekat Alamogordo New Mexico, bom atom pertama berhasil diledakkan, membentuk awan jamur sangat besar hingga mencapai tinggi 40.000 kaki. Era bom maha dashyat pun dimulai, dan membuat dunia was-was sampai saat ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*