Ngeri! Senjata Nuklir Dunia Meningkat, Negara Ini ‘Juaranya’

(FILES) In this file photo taken on May 09, 2022 Russian Yars intercontinental ballistic missile launchers parade through Red Square during the Victory Day military parade in central Moscow on May 9, 2022. - The world's number of operational atomic warheads increased in 2022, driven largely by Russia and China, a new report out on March 29, 2023 said as nuclear tensions have risen since the war in Ukraine. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)

Jumlah hulu ledak nuklir yang beroperasi di dunia meningkat pada 2022, sebagian besar didorong penggunaan oleh Rusia dan China. Hal ini tercatat dalam sebuah laporan baru Nuclear Weapons Ban Monitor pada Rabu (29/3/2023).

Laporan yang diterbitkan oleh LSM Norwegia People’s Aid itu mencatat sembilan kekuatan nuklir resmi dan tidak resmi memiliki 9.576 hulu ledak siap pakai pada 2023. Jumlah ini naik dari 9.440 tahun sebelumnya.

“Senjata-senjata itu memiliki kekuatan penghancur kolektif yang setara dengan lebih dari 135.000 bom Hiroshima,” kata laporan itu, dikutip dariĀ AFP.

Angka-angka tersebut diterbitkan setelah Rusia berulang kali melakukan ancaman nuklir sehubungan dengan invasinya ke Ukraina dan bantuan militer Barat ke negara Eropa Timur tersebut.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa dia telah setuju dengan Minsk untuk menyebarkan senjata nuklir taktis di Belarusia, salah satu negara Uni Eropa (UE) yang bersekutu dengan Kremlin.

Tambahan 136 hulu ledak untuk persediaan nuklir global siap pakai tahun lalu juga dikaitkan dengan Rusia, serta China, India, Korea Utara (Korut), dan Pakistan. Kremlin sendiri memiliki persenjataan terbesar di dunia dengan 5.889 hulu ledak operasional.

“Peningkatan ini mengkhawatirkan, dan melanjutkan tren yang dimulai pada 2017,” kata editor Nuclear Weapons Ban Monitor, Grethe Lauglo Ostern, dalam sebuah pernyataan.

Pada saat yang sama, total persediaan senjata nuklir, yang juga termasuk yang disingkirkan, terus menurun. Pada tahun yang sama, jumlah senjata nuklir turun dari 12.705 menjadi 12.512, akibat penonaktifan hulu ledak tua di Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Namun Ostern memperingatkan bahwa jika tren penambahan hulu ledak baru tidak berhenti. “Jumlah total senjata nuklir di dunia juga akan segera meningkat lagi untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin,” ungkapnya.

Sejauh ini ada delapan negara dengan kekuatan nuklir resmi, yakni Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, dan Korea Utara. Sedangkan Israel diketahui memiliki senjata nuklir secara tidak resmi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*